Sedang Memuat...

Asistensi dan Coaching PDE Internet Non Provider sebagai Langkah Mandiri Bea Cukai Bogor Mensukseskan Mandatory PDE Internet 1 Januari 2019

Sukabumi, (20/12/2018) Sehubungan dengan implementasi PDE Internet yang akan mandatory pada 1 Januari 2019, unit Pengolahan Data dan Administrasi Dokumen (PDAD) melakukan asistensi serta coaching kepada beberapa pengguna jasa di wilayah Bea Cukai Bogor. Asistensi implementasi PDE Internet versi 6.04 untuk PEB ini dilakukan dengan cara terjun langsung kepada para pengguna jasa yang sebagian besar merupakan para pengusaha pengguna fasilitas kepabeanan terutama fasilitas kawasan berikat.

Berdasarkan sumber data berupa daftar perusahaan yang menggunakan PDE Internet di wilayah Bea Cukai Bogor,  terdapat beberapa perusahaan yang belum menggunakan modul PEB versi terbaru yakni PDE Internet. Para Pengguna Jasa (karyawan bagian Exim) berpendapat bahwa penggunaan PDE Internet belum mereka lakukan karena beberapa faktor seperti belum confidentnya mereka akan kestabilan sistem modul PDE internet ini dan beberapa pengguna jasa masih menganggap PDE provider lebih stabil.

Kepala Seksi PDAD, Noval Hafni Kurniawan menjelaskan bahwa PDE Internet secara sistem sama dengan modul sebelumnya, yang membedakan hanya media komunikasinya, dimana yang sebelumnya melalui media komunikasi dari pihak ketiga namun saat ini secara mandiri dapat dikomuniasikan langsung melalui media internet. Setiap pengajuan dokumen kepabeanan langsung ke server CEISA milik Direktorat Jenderal Bea Cukai.(DJBC). Metode ini dianggap lebih efektif secara proses dan data lebih aman karena telah melalui proses enkripsi.

Adapun kendala-kendala yang muncul dalam implementasi sistem PDE internet ini merupakan hal yg wajar dalam proses penyesuaian. Namun sejauh ini kendala yang dihadapi masih dapat ditangani dengan baik oleh Bea Cukai Bogor maupun Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai (IKC) selaku pengelola Informasi dan Teknologi DJBC. Setelah mendengarkan pemaparan dari unit seksi PDAD BC Bogor dapat dipastikan bahwa para pengguna jasa telah siap mengikuti mandatory PDE Internet 1 Januari 2019.

Sebagai langkah untuk kelancaran pelayanan, selain melakukan asistensi melalui bimbingan langsung penggunaan PDE Internet, unit seksi PDAD juga telah membuka line komunikasi konsultasi langsung dalam wadah medsos baik WhatsApp, Telegram dan lain-lain. Dalam hal terdapat kendala, Bea Cukai Bogor melalui unit seksi PDAD akan selalu siap membantu dan melayani proses eksportasi bagi pengguna jasa di wilayah pengawasannya.

Mengutip berita dari Kantor Pusat DJBC, sebelumnya dalam media briefing, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi menyatakan bahwa otomasi sistem pelayanan merupakan hal yang tidak bisa lagi ditunda, apalagi di tengah perkembangan teknologi informasi yang bergerak cepat dan revolusi industri yang mengedepankan otomasi sistem dalam berbagai bidang.

DJBC berencana akan melanjutkan penerapan PDE internet secara penuh terhadap 13 kantor pelayanan pada tahun 2019. Dalam rangka penerapan tersebut, maka secara bertahap sejak bulan Agustus 2018 telah dilaksanakan beberapa kegiatan antara lain sosialisasi dan pelatihan instalasi kepada para pegawai, pengguna jasa termasuk perusahaan dan asosiasi, importir, eksportir dan perusahaan pengurusan jasa kepabeanan serta sosialisasi dan evaluasi implementasi PDE internet PIB dan PEB di 13 kantor pelayanan dan 5 kantor pelayanan pendukung.

Mengingat manfaat PDE internet yang sangat besar bagi pengguna jasa, maka Bea Cukai Bogor berharap pengguna jasa pengguna fasilitas kawasan berikat untuk mendukung pelaksanaan implementasi PDE internet ini secara keseluruhan.

Disamping unit PDAD melakukan asistensi PDE Internet, unit seksi PLI (Penyuluhan dan Layanan Informasi) memberikan pemaparan terkait fasilitas AEO (Authorized Economic Operator) dan unit seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai (PKC) melakukan program waskat kepada para perusahaan pengguna fasilitas kawasan berikat.

- KPPBC Tipe Madya Pabean A Bogor

RELATED POSTS

)