Sedang Memuat...

Ini Bentuk Komitmen Bea Cukai Malang Berantas Peredaran Barang Ilegal

Malang (26/01/2018) – Bea Cukai Malang menggelar pemusnahan barang hasil penindakan rokok ilegal yang dilakukan selama tahun 2017, pada Selasa (23/01). Pemusnahan ini merupakan wujud pelaksanaan salah satu tugas fungsi Bea Cukai sebagai community protector, yaitu melindungi masyarakat serta industri dalam negeri dari masuknya barang impor ilegal dan peredaran barang berbahaya.

 

Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Rudy Hery Kurniawan, pemusnahan ini juga sebagai tindak lanjut kegiatan Operasi Patuh Ampadan Kantor Bea Cukai Malang yang berlangsung dari tanggal 15 Mei 2017 hingga 9 Desember 2017. “Operasi cukai ilegal dan tindak lanjut operasi tersebut, yaitu pemusnahan ini tidak lain untuk menurunkan dan menekan tingkat peredaran rokok ilegal, serta meningkatkan kepatuhan pengusaha cukai, sehingga diharapkan dengan kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh Bea Cukai ini dapat menciptakan daya saing yang seimbang antara pelaku usaha dan berdampak pada kenaikan penerimaan negara,” jelasnya.

 

Barang hasil penindakan yang dimusnahkan, lanjut Rudy, berupa 2.309.707 batang sigaret, 97 kg tembakau iris, 1.025 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA), dan 1.644 item barang kiriman pos. Adapun total penindakan rokok ilegal oleh Bea Cukai Malang di tahun 2017 mencapai 7,5 juta batang rokok ilegal dan ditaksir memiliki dampak kerugian negara sebesar 2,32 miliar rupiah.

 

“MMEA dan rokok ilegal yang dimusnahkan merupakan barang-barang yang melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Kami tindak karena barang-barang tersebut tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu, pita cukai bekas, dan pita cukai yang bukan peruntukannya. Atas penindakan ini, Kementerian Keuangan melalui Bea Cukai turut berperan mengamankan penerimaan negara di bidang cukai, sektor industri dalam negeri, dan kesehatan masyarakat. Karena pada dasarnya peredaran MMEA dan rokok ilegal, tidak hanya merugikan secara ekonomi, namun juga dapat merusak kesehatan,” ujarnya.

 

Rudy menambahkan, barang-barang ilegal tersebut berasal dari pihak-pihak yang tidak mematuhi peraturan sehingga berdampak pada kerugian di bidang sosial dan ekonomi, dimana akan timbul persaingan usaha yang tidak sehat dengan pengusaha yang taat pada ketentuan perundang-undangan di bidang cukai. Terhadap kasus yang memiliki unsur pidana, Bea Cukai Malang telah melakukan penyidikan dan telah diputuskan oleh majelis hakim serta memiliki kekuatan hukum yang tetap.

 

Sebagai rangkaian acara pemusnahan ini, Bea Cukai Malang juga menggelar acara Coffee Morning 2018, yang merupakan agenda rutin awal tahun sebagai sarana penyampaian hasil kinerja Bea Cukai Malang tahun 2017 kepada seluruh pengguna jasa Bea Cukai Malang yaitu masyarakat usaha di bidang cukai, instansi pemerintah terkait dan masyarakat umum. Dengan mengangkat tema “Harmonisasi Sinergitas untuk Berantas Peredaran Barang Ilegal”, kegiatan ini sekaligus sebagai tempat pengikatan komitmen diantara pemangku kepentingan dengan sinergi yang lebih erat sehingga langkah yang diambil kedepan dapat melampaui capaian di tahun 2017.

 

Selain penyampaian hasil kinerja tahun 2017, dalam acara tersebut diberikan penganugrahan A-REMA (Anugerah Reksan Utama) kepada 13 Pengusaha Hasil Tembakau di wilayah Malang Raya. Anugerah ini merupakan salah satu bentuk layanan Bea Cukai Malang yang memberikan manfaat maksimal kepada pengguna jasa yang memenuhi kriteria perusahaan terpilih. Dengan dibantu oleh client coordinator, beragam alternatif layanan bisa didapatkan, mulai dari layanan serta solusi kepabeanan dan cukai secara menyeluruh dan komprehensif melalui layanan unggulan, sehingga pengguna jasa dapat memperoleh nilai tambah yang optimal untuk mempermudah dan meningkatkan kinerjanya.

 

Masih dalam rangkaian acara tersebut, dilakukan penandatanganan komitmen sinergi antara Bea Cukai Malang dan instansi terkait lainnya untuk bersama-sama berantas peredaran barang ilegal di wilayah Malang Raya. “Di awal tahun ini kami mengajak Bapak dan Ibu untuk memperkuat sinergitas sehingga kita dapat melaksanakan tugas di lapangan dengan lebih harmoni, dengan demikian kita tidak akan memberikan ruang gerak terhadap peredaran barang ilegal. Harmonisasi ibarat satu orkestra, ada keindahan di sana, ada keterpaduan antar berbagai kemampuan, ada pusat kendali dari akal dan pikiran sehingga menghasilkan irama yang enak didengar dan menyentuh hati,” pungkas Rudy.

 

 

 

https://www.facebook.com/beacukaimalang/photos/pcb.345935509223946/345933359224161/?type=3&theater

https://www.facebook.com/beacukaimalang/photos/pcb.345935509223946/345934355890728/?type=3&theater

https://www.facebook.com/beacukaimalang/photos/pcb.345935509223946/345933239224173/?type=3&theater

- KPPBC Tipe Madya Cukai Malang

RELATED POSTS

)