Sedang Memuat...

Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Utara Selenggarakan Upacara

Senin, 20 Mei 2019, seluruh pegawai di Kementerian Keungan Provinsi Sulawesi Utara menyelenggarakan upacara untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Upacara yang dipimpin oleh Muhdi selaku Kepala Kanwil DJPb Sulawesi Utara diselenggarakan di Lantai 6 Gedung Keuangan Negara Manado dengan tema “Bangkit Untuk Bersatu”. Dalam sambutannya, Muhdi membacakan pidato Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke 111 di Lingkungan Kementerian Keuangan.


Perjuangan untuk menggalang persatuan bangsa dimulai lebih dari satu abad lalu, ditandai dengan berdirinya sebuah organisasi pemuda modern pertama di Indonesia yang diberi nama Boedi Oetomo. Berawal dari gagasan Dr. Wahidin Soedirohoesodo untuk meningkatkan martabat bangsa melalui dana pendidikan, kemudian para pelajar STOVIA memperluas tujuan Boedi Oetomo di bidang pertanian, peternakan, perdagangan, teknik, ilmu pengetahuan, dan juga seni budaya.
Menjadi ASN Kementerian Keuangan berarti kita menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari republik ini, Kementerian Keuangan adalah miniature bangsa ini, untuk mewujudkan janji kemerdekaan yang disampaikan oleh para pendiri bangsa, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Setiap unit dan setiap individu memiliki tugas dan peranan berbeda, namun peran masing-masing sangat penting untuk kemajuan bangsa.
Tema yang menjadi fokus kebijakan fiskal pada tahun ini adalah “APBN untuk Mendorong Investasi dan Daya Saing Melalui Pembangunan 4 (Investasi) Sumber Daya Manusia.” Tema ini sejalan dengan semangat Boedi Oetomo untuk meningkatkan martabat bangsa melalui pendidikan.


Tantangan di masa depan terus bergerak dinamis dan semakin berat, sehingga diperlukan hard skill maupun soft skill yang memadai, pemerintah berkomitmen mengalokasikan 20 persen APBN atau senilai Rp492,5 triliun untuk pendidikan.
Tugas Kementerian Keuangan tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pembuat kebijakan publik dan melakukan pelayan masyarakat, namun juga menjadi perekat dan pemersatu bangsa melalui kebijakan fiskal yang inklusif. 
Salah satu langkah nyata yang harus diterapkan seluruh ASN di era digital ini adalah mempedomani tata etika komunikasi dan bijak dalam bermedia sosial. ASN dilarang untuk menyebarkan berita palsu (hoax) dan ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang berpotensi sebagai sumber perpecahan bangsa ini. Momentum Bulan Ramadhan ini kita gunakan untuk bangkit. Bangkit melawan hawa nafsu, bangkit melawan kemalasan, bangkit menjadi pribadi yang lebih baik.


“Ratusan lidi akan tercerai berai, tidak berguna, dan mudah patah jika tidak diikat, namun jika lidi-lidi tersebut disatukan dan diikat maka tak akan ada yang mampu mematahkannya. Demikian pula rakyat Indonesia yang harus menjaga persatuan dan kesatuannya. Apalah artinya pembangunan yang masif jika masyarakatnya terpecah belah.” - Pidato Presiden Soekarno pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 1963.
Semoga semangat persatuan dan kesatuan tetap menggelora dalam hati kita. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan petunjuk dan perlindungan kepada kita semua untuk selalu menjaga kredibilitas, profesionalitas dan integritas dalam menjalankan tugas demi bangsa dan negara.

 

- Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara

RELATED POSTS

)