Sedang Memuat...

PKP Integritas dalam Era Lepas Landas

Integritas dalam Era Lepas Landas Bea Cukai

Banyuwangi - Momen Kebangkitan Nasional, kita menengok kebelakang sejarah Indonesia. Hari kebangkitan yang jatuh tanggal 20 Mei merupakan tonggak sejarah bangkitnya rasa kesadaran nasional dengan lahirnya organisasi pemuda Boedi Oetomo tepat pada 20 Mei 1908 yang didirikan oleh Dr. Soetomo dan mahasiswa STOVIA.

Semangat Kebangkitan ini juga menjadi momentum bagi Bea dan Cukai dalam meneruskan gerakan reformasi yang telah dilakukan. Bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional, Bea Cukai Banyuwangi menggelar Penguatan Integritas dengan dihadiri seluruh jajaran pegawai.

Tahun 2019 merupakan era lepas landas bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, era dimana Bea Cukai akan menuju ke atas (makin baik), terus melakukan reformasi, meneruskan penegakan integritas dalam sistemnya dan nilai-nilai Sumber Daya Manusia (SDM). Integritas telah menjadi panglima dalam hati institusi, dengan perbaikan dari sistem dan manajemen SDM yang lebih baik, integritas memegang peran penting dalam era lepas landas ini.

"Integritas tidak ada henti hentinya dibicarakan,integritas kini menjadi harga mati," tegas Kepala Kantor Bea dan Cukai Banyuwangi, R. Evy Suhartantyo, selaku pemateri dalam Peningkatan Kompetensi Pegawai bertemakan Integritas, Senin (20/5), di Ruang Rapat Kawah Ijen KPPBC TMP C Banyuwangi

Tahun 2019 ini merupakan era penguatan integritas yang merupakan kelanjutan dari reformasi yang telah berlangsung di Bea dan Cukai. Dalam Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dilakukan oleh KPK yang dilakukan terhadap 36 Kementerian/ Lembaga serta Pemerintah Daerah tahun 2017, Kementerian Keuangan (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai) mendapat peringkat ketiga setelah Pemerintah Kota Aceh dan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Indeks Penilaian Integritas (IPI) Kementerian Keuangan Tahun 2018 naik 4,54 (87,65) dari IPI 2017 (83,11) dengan komponen penilaian meliputi Budaya Integritas Organisasi, Budaya Integritas Kerja, Budaya Organisasi, Sistem Anti Korupsi, Penglolaan SDM, dan Pengelolaan Anggaran.

Tentunya reformasi ini kian harus diperkuat lagi, aspek – aspek reformasi meliputi penegarakan hukum, perbaikan sistem dan prosedur, dan sumber daya manusia.

Dengan melakukan program sinergi dengan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Anggaran, Bea Cukai melakukan joint analysis and audite, joint endorsement, serta joint assistance, penegakan hukum, komitmen tinggi untuk meningkatkan kepatuhan, Penertiban Impor Cukai Ekspor Berisiko Tinggi (PICE BT). Extra effort membuahkan hasil berupa peningkatan taxbase, penurunan entitas akumulasi Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor sebesar 47%, kenaikan tax base sebesar 62%, dan peningkatan jumlah akumulasi Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor sebesar 47%. Program ini kian berdampak pada penurunan peredaran rokok illegal, hasil dari survey UGM yang menunjukan peredaran rokok illegal di pasaran turun dari 12,14% menjadi 7,04%.

Manajemen SDM dilakukan dengan penguatan integritas dan pengembangan kompetensi pegawai sehingga menjadi pegawai yang kompetitif, dan pemetaan pegawai yang lebih baik, dengan pengembangan dan jenjang karir yang jelas.
Pimpinan Organisasi juga memegang peran penting dalam menjadi role model dalam penegakan integritas di satker masing – masing, mampu menjadi contoh yang baik, dan mendorong pegawai di kantor tersebut untuk menjadi lebih baik lagi.

Evy berpesan kepada seluruh pegawai bahwa integritas adalah berbuat jujur, bahkan saat tidak ada yang melihat.

 

#BeaCukaiMakinBaik

#BeaCukaiBanyuwangi

 

- KPPBC Tipe Madya Pabean C Banyuwangi

RELATED POSTS

)