Sedang Memuat...

Sri Mulyani: Jadilah Pegawai Kemenkeu yang Sedang Jatuh Cinta

Kendari (29/08/2018) Disela kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Tenggara, Sri Mulyani Indrawati sempatkan beri pengarahan kepada Pegawai Kementerian Keuangan di Wilayah Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut dihadiri jajaran eselon satu, eselon dua, dan eselon tiga Kementerian Keuangan di wilayah Sulawesi Tenggara.

Kegiatan dibuka pada pukul 19.00 oleh Ririn Kadariyah selaku Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya, Ririn juga menyampaikan capaian kinerja Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sultra periode 2018 dan gambaran pengelolaan keuangan di provinsi Sulawesi Tenggara, dan uang yang beredar di Sulawesi Tenggara baik dari APBN maupun Transfer Daerah sebesar 22 Triliun.

Dalam sesi pengarahan, Sri Mulyani menyampaikan pentingnya mencintai pekerjaan kita dan memberikan kinerja terbaik yang dapat dipersembahkan bagi bangsa Indonesia. “Begitu anda mengambil suatu sikap sebagai aparatur negara, Anda jalankan sikap itu dengan bertanggung jawab dan sepenuh hati, jadilah seperti orang yang sedang jatuh cinta. Karena saat kita sedang jatuh cinta, kita akan memberikan yang terbaik yang dapat kita persembahkan untuk bangsa ini.” tegas Sri Mulayani.

Sri Mulyani juga berpesan kepada seluruh pegawai yang hadir untuk memiliki pandangan tentang kesatuan dalam lingkungan Kementerian Keuangan. “Bayangkan Kementerian Keuangan adalah sebuah bangunan yang disusun dari direktorat-direktorat untuk membangunnya, tidak boleh ada pandangan yang mengatakan bagian yang satu lebih baik dari bagian lain. Semuanya harus memiliki pandangan kita sebagai keluarga besar Kementerian Keuangan.” Pungkasnya.

Heru Pambudi selaku Direktur Jenderal Bea dan Cukai menambahkan bahwa setiap pegawai dilingkungan Kementerian Keuangan tidak boleh berpandangan direktorat satu berbeda dengan direktorat yang lain. Heru berpendapat bahwa untuk dapat mengoptimalkan penerimaan negara, perlu adanya satu visi dan satu pandangan. “Dulu filosofi Bea Cukai adalah memetik buah sebanyak-banyaknya, sekarang kita ubah menjadi siapkan lahan, tanam, pupuk, rawat, lindungi dan kalo memang ada buah yang harus dipetik oleh Bea Cukai itu bagus, tapi kalau yang memetik adalah pajak, itu juga bagus” ucap Heru.

 

- KPPBC Tipe Madya Pabean C Kendari

RELATED POSTS

)